Kamis, 21 April 2011

KESADARAN

script src="//www.gmodules.com/ig/ifr?url=http://hosting.gmodules.com/ig/gadgets







  Menurut sufisme tubuh fisik kita ini seperti penjara, ruh kita berada di dalam
fisik ini sudah di tentukan jangka waktunya oleh NYA.  Seperti di dalam
penjara, kita tidak dapat keluar dari penjara itu sebelum masa tahanannya habis.

Menurut Al Quran : Tidak ada satu pun
yang dapat mendahulukan kematian dan
tidak ada satu pun yang dapat mengundur -
undur kematian selain hanya DIA.


KEPERCAYAAN

Menurut  aliran kepercayaan ruh itu
tidak berwujud, tidak memiliki rupa dan
bentuk, tidak maskulin dan tidak feminim,
tidak memiliki emosi apa pun, dan sangat
bersifat netral terhadap apa pun, hanya memiliki rasa yang sangat netral, oleh
sebab itu untuk memasuki kesadaran ini
manusia harus bisa melepaskan segala
keinginannya baik yang bersifat lahiriah
maupun yang bersifat bathiniah, dan tidak
memendam keinginan - keinginannya tersebut di dalam hatinya, tapi di lepaskan,
di buang, supaya jiwa kita lebih damai,
keinginan untuk membuang / melepaskan
keinginan itu pun juga termasuk keinginan, jadi kita harus benar - benar
berserah diri kepada Tuhan, dan membiarkan kehendaknya yang terjadi,
kita cukup menjalani kehidupan ini sesuai
dengan kehendak NYA.

Biarkan kehendaknya yang terjadi, baik dan buruk tetaplah di syukuri karena itulah
irama kehidupan.

Ketika muncul setitik keinginan pada ruh,
maka keinginan itu akan eksis membentuk
jiwa, dan jiwa akan memiliki wujud sesuai
dengan pikiran dan juga hukum alam yang
ada, seperti kamma, dhamma dan juga
lainnya.
Jiwa ini sudah memiliki wujud, kadang
sudah bersifat maskulin atau feminim.
Watak dan sifat serta berbagai keinginan,
dan juga dosa/kamma tersimpan di lapisan
jiwa ini.

Itulah sebabnya sifat asli seseorang bisa di
bawa dalam beberapa kali kehidupannya.

Sebagai contoh : Pada zaman kerajaa Majapahit ada orang - orang yang beragama Hindu yang memiliki sifat
sifat picik dan panatik, pada kehidupan
sekarang meraka lahir pada keluarga Islam, dan otomatis mereka pun beragama
Islam, namun pada kehidupan kali ini sifat
panatik dan picik nya masih ada, bedanya
kalau dahulu ia panatik Hindu pada kehidupan sekarang ia panatik Islam,
dan mungkin ada yang menjadi anggota
terorisme segala, sifat piciknya tersebut
dapat ia bawa pada kehidupan - kehidupan
selanjutnya dengan kamma hasil perbuatannya sendiri yang tersimpan dalam jiwanya.  Contoh lain ada orang
dari kehidupan sebelumnya kaya raya, namun ia sangat kikir / pelit dan tidak
pernah berderma serta tidak pernah menbantu sesamanya yang kesusahan.
Pada kelahiran sekarang kehidupannya
miskin dan selalu kekurangan, tapi sifat
pelit / kikirnya masih ada dan masih menonjol walaupun sudah berganti - ganti
badan fisik di setiap kehidupannya.



Setelah ruh eksis pada lapisan jiwa, maka
akan lebih eksis lagi dan membentuk tubuh fisik sesuai dengan hukum alam
yang ada, untuk menjalani kehidupannya
sesuai kamma dan dhamma nya sendiri,
bersama hukum - hukum alam lainnya
yang ada.


         BHINEKA TUNGGAL IKA
 



                  PENGINDRAAN

































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar